Cara Menghadapi FGD dan Interview dengan Sukses

Bagi para pelamar kerja, proses FGD dan Interview tentu sudah tidak asing di telinga. Setelah lolos tahap rekrutmen awal, kamu akan diundang untuk mengikuti tahapan selanjutnya, antara lain FGD hingga Interview. Mengikuti proses yang lebih jauh membutuhkan persiapan yang lebih matang, mengingat saingan kamu juga tidak datang untuk main-main. Oleh karena itu, pastikan kamu dapat menampilkan yang terbaik dari dirimu.

 

A.Tahap FGD

Pada intinya, Focus Group Discussion meminta kamu dan tim untuk menyelesaikan suatu masalah secara bersama-sama dari sudut pandang pekerjaan. Biasanya, proses FGD dilakukan dengan membagi kelompok yang terdiri dari 5 sampai 10 orang. Peserta akan diminta menyelesaikan kasus bersama-sama yang dibatasi waktu, kurang lebih 20 menit. Setiap kelompok nantinya akan dipantau oleh pengawas yang menilai pendapat dan performa dari peserta grup.

 

Di antara banyaknya peserta FGD, tentu kamu harus memiliki strategi agar tidak tenggelam dibalik bayang-bayang peserta yang lain. Kamu harus memastikan bahwa kamu telah melakukan FGD semaksimal mungkin agar tidak menyesal nantinya. Untuk itu, simak beberapa trik berikut agar kamu tampil dengan baik:

 

Sampaikan Pendapat Solutif

Meskipun berada dalam grup, setiap orang akan dinilai secara individual berdasarkan performanya dalam FGD. Karena itulah, kamu harus berpartisipasi dengan baik dan sesuai porsi. Berikan pendapat atau ide yang fresh dan solutif, bukan hanya ikut-ikutan saja. Cari waktu yang tepat untuk menyampaikan jawaban yang kamu siapkan. Sampaikan dengan yakin dan penuh percaya diri agar orang lain ikut yakin terhadap jawabanmu.

 

Jangan Terlalu Pasif atau Over Pede

Kesalahan terbesar peserta FGD adalah super pasif alias diam saja. Ini adalah yang paling fatal, karena bagaimana pengawas mau menilaimu jika kamu tidak berpartisipasi? Namun, bukan berarti kamu harus jadi over pede dan terlalu banyak berbicara dalam FGD karena akan mengesankan kamu orang yang arogan. Ingat, tujuan utama FGD ini adalah penyelesaian masalah yang dilakukan secara bersama-sama. Berikan pendapat dengan tujuan menyelesaikan masalah, bukan untuk menonjolkan diri.

 

Dengarkan Orang Lain

Disaat orang lain sedang berbicara, alangkah baiknya kamu memperhatikan dan mendengarkannya dengan seksama. Tampilkan gesture bahwa kamu memang sedang fokus pada pembicara. Hindari sikap yang disrespectful seperti melihat ke arah lain, menunduk, tertawa dan ngobrol, atau menunjukkan ekspresi tidak suka. Selalu hormati orang yang tengah berbicara. Jika kamu jeli, pendapat dari peserta lain bisa jadi masukan untuk solusi yang lebih baik.

 

Mudah Setuju atau Terlalu Ngotot? No!

?Wah, pendapat dari peserta lain bagus-bagus nih, makanya setuju-setuju aja deh.? Kalau kamu bersikap terlalu mudah setuju, pengawas bisa menilai bahwa kamu adalah orang yang mudah disetir alias tidak punya pendirian. Untuk menghindari hal ini, kamu harus tetap mencari ide agar bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi grup. Selain itu, dalam berpendapat, jangan sampai terlalu ngotot, ya! Ingatlah selalu etika dan tata krama dalam berdiskusi. Tunjukkan bahwa kamu adalah orang yang santun.

 

B.Tahap Interview

Apabila kamu lulus tahap FGD, selamat! Berarti kamu melaju ke tahap berikutnya, yaitu Interview. Pada tahap ini, kamu akan dinilai berdasarkan performa yang kamu tunjukkan. Maka dari itu, berusahalah untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Cobalah untuk latihan memahami dan menjawab pertanyaan dengan baik agar tampil maksimal saat interview.

 

Gambarkan Dirimu dengan Jujur

Saat kamu diminta untuk menggambarkan dirimu, jawablah dengan jawaban yang jujur. Eits, kejujuran yang positif, ya, jangan yang negatif kamu sampaikan juga. Ingatlah bahwa kamu sedang berusaha ?menjual? dirimu. Usahakan jawabanmu bernada positif agar kamu juga dipandang sebagai orang yang optimis. Sampaikan saja jika memang kamu adalah seseorang punya komitmen tinggi, senang bekerja sama, dan pandai mengatur waktu.

 

Cari Tahu Tentang Perusahaan dan Posisi yang Dilamar

Berani datang ke interview tanpa cari tahu tentang perusahaan dan posisi yang dilamar? Wah, padahal pertanyaan ini selalu muncul, lho. Ibaratnya, jika mau berperang, bawalah amunisi yang cukup. Tidak hanya dengan modal percaya diri dan keyakinan saja, kamu juga harus punya informasi yang memadai. Terlebih, perihal posisi yang mau kamu lamar. Posisi itu adalah tujuan kamu datang kesana, maka setidaknya kamu punya gambaran mengenai apa yang akan kamu kerjakan.

 

Punya Rencana Ke Depan

Pertanyaan mengenai rencana kamu ke depannya juga sering muncul dalam interview. Pasalnya, perusahaan tentu lebih memilih orang yang punya visi dan misi dibandingkan dengan orang yang ?let it flow ajalah?. Bekerja adalah tentang menjadi lebih baik seiring waktu. Apa iya, kamu mau kerja gitu-gitu aja tanpa kenaikan jabatan? Nah, untuk itu, tunjukkan bahwa kamu ingin meningkatkan skill kamu agar semakin baik ke depannya.

?

Berapa Gaji Yang Kamu Mau?

Saat ditanya gaji, rasanya konflik berkecamuk dalam batin. Sebut angka berapa, ya? Kalau terlalu rendah, rasanya sedih. Kalau terlalu tinggi, nanti nggak diterima lagi. Makanya, kamu harus aktif mencari tahu, ya. Gali informasi mengenai kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar. Beberapa situs bahkan menyertakan nama perusahaan dan gaji di setiap posisi. Dari sana, kamu bisa mengira-ngira.

 

Jika kamu masih ragu menyebut angka, tipsnya, jawablah dengan ?Bapak/Ibu pasti memiliki standar gaji dari perusahaan untuk posisi yang saya lamar. Saya akan comply (patuh) dengan peraturan tersebut.?

 

Semoga sukses, Sobat Sebulan!

Latest Reviews

More Stories
Tips Menulis CV dengan Baik dan Benar