Pilih Gaji atau Pengalaman? Yuk, Pertimbangkan 4 Hal ini Terlebih Dahulu!

Gaji atau Pengalaman?

Hayo sobat sebulan, kalian pasti bingung kan milih yang mana dulu?

Memilih pekerjaan yang tepat memang tidak mudah, apalagi untuk fresh graduate seperti kita. Terlebih, jika kita melihat teman-teman sepantaran kita yang sudah bekerja. Rasanya jadi mikir, kerja dimana aja juga boleh deh, yang penting kerja! Eits, tunggu dulu. Yakin mau terburu-buru? Pekerjaan itu tentang komitmen, loh. Kamu harus lebih bijak memilih pekerjaan agar waktu kamu tidak terbuang sia-sia.

Gaji memang penting, tapi pengalaman yang baik menentukan perjalanan karir kamu di masa depan. Nah, supaya kamu tidak bingung harus memilih yang mana, ada baiknya kamu mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum mengambil suatu pekerjaan.

Jangan Semata-Mata Karena Gaji

Memilih pekerjaan dengan gaji yang lebih besar memang menggiurkan banget. Di saat perusahaan lain menawarkan gaji 4 jutaan, kamu si fresh graduate ditawarin 7 juta sebulan. Wah banget rasanya! Beberapa pekerjaan entry level di perusahaan bonafit malah menawarkan gaji yang lebih tinggi.

Namun, apakah gaji besar menjamin kebahagiaanmu? Bukan kebahagiaan jalan-jalan, belanja, atau hangout loh ya! Tapi kebahagiaan secara emosional nih sobat sebulan. Seandainya kamu bercita-cita bekerja di Bank, tapi kamu memilih rute ?memutar? menjadi MT di perusahaan tambang, akankah kamu bisa enjoy menjalani pekerjaan tersebut? Apa iya, tidak ada perasaan yang tertinggal karena kamu mendambakan segala perhitungan ekonomi dan akuntasi di perbankan?

Jika kamu fokus sejak awal mengambil bidang yang kamu inginkan, dalam 5 tahun kamu tentu sudah mengalami kemajuan yang jauh dalam karir kamu. Jadi, untuk meraih apa yang kamu mau, jangan berpatokan pada gaji semata ya sobat! Pengalaman juga menentukan arah karirmu dalam jangka panjang.

Pastikan Potensi Diri Ikut Tergali

Saat kita bekerja di suatu perusahaan, sudah seharusnya potensi diri kita ikut tergali. Pekerjaan yang terlalu monoton dapat membuat kamu jenuh saat bekerja. Ibaratnya, makan gaji buta! Apalagi jika pekerjaan itu tidak memancing kamu untuk mengeluarkan kreativitas terbaik sehingga membuat kamu tertekan. Wah, jika sudah begitu, bisa-bisa kamu malah resign sobat.

Bagaimana caranya agar kita tahu apakah perusahaan tersebut dapat menggali potensi diri kita? Well, sobat sebulan bisa melakukan research mengenai pekerjaan yang sobat incar. Cari tahu jobdesknya dengan detail, supaya kamu tahu apakah pekerjaan tersebut mampu mengupgrade skillmu. Ada loh, perusahaan yang menjanjikan pekerjaan dengan list kerja yang ?wah? namun kenyataannya kamu mengerjakan hal-hal yang jauh dibawah kompetensimu.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah bertanya kepada orang yang pernah bekerja di perusahaan yang sama. Tanyakan pada relasimu jika mereka mengenal seseorang dengan kriteria tersebut. Minta pendapat dan pandangannya mengenai lingkungan pekerjaan, jobdesk, hingga budaya kerja perusahaan yang kamu incar. Jika menurutmu semuanya sesuai, jangan ragu untuk mendapatkan pengalaman disana.

Pilih Perusahaan Yang Memiliki Kredibilitas Tinggi

Hal yang satu ini juga harus menjadi pertimbangan kamu ya sobat. Perusahaan dengan kredibilitas yang tinggi biasanya memiliki sistem perusahaan yang baik dan teruji. Gaji yang diberikan biasanya sesuai dengan ?harga? yang mereka berikan untuk karyawan baru mereka. Tidak ada ceritanya underpaid atau overpaid. You are on the right price.

Biasanya, perusahaan seperti ini memiliki produk atau kinerja dengan reputasi yang baik di masyarakat. Penjualannya baik karena mereka juga menghargai karyawan mereka dengan baik. Pekerjaan yang diberikan pun biasanya menantang sehingga memaksa karyawan baru untuk melakukan problem solving dengan tepat, yang secara tidak langsung mengupgrade skill mereka.

Apabila kamu memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan seperti ini, jangan ragu untuk mengambilnya ya sobat sebulan. Tidak hanya gaji yang menggiurkan, pengalaman kerja yang ditawarkan pun sangat baik untuk mengembangkan diri kamu.

Perhatikan Waktu dan Beban Kerja

Berapa lama waktumu bekerja? Katakanlah kamu dihadapkan pada dua pekerjaan dengan gaji dan bidang yang sama. Pekerjaan A menuntut kamu untuk kerja 6 hari seminggu. Sementara pekerjaan B menuntut kamu bekerja 8 jam sehari. Tapi, karena tidak boleh pulang sebelum bos pulang, jadi 10 jam deh. Nah loh, mau pilih yang mana?

Gawat ya, kalau sobat terjebak dalam situasi yang tidak diharapkan. Yang satu membuat kehidupan sosialmu agak sulit, eh yang satu membuatmu kelelahan setiap hari. Solusinya, pilihlah pekerjaan yang menurutmu sesuai dengan waktu kerjamu sendiri. Kamu yang paling tahu cara mengatur waktumu, misal waktu untuk kehidupan sosial, keluarga, maupun upgrade skill di luar pekerjaan. Pilih yang sesuai dengan cara kamu mengatur waktu.

Begitu juga dengan beban kerja. Dibandingkan semua orang, kamulah yang paling tahu seberapa besar beban kerja yang bisa kamu emban. Kalau menurutmu beban kerja yang diberikan sesuai dengan kamu, kenapa tidak? Yang menjadi masalah adalah jika kamu tergiur dengan iming-iming benefit, tapi bebannya luar biasa berat! Timbang dengan baik ya sobat, supaya kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang segala aspeknya berimbang.

Latest Reviews

More Stories
Pengalaman kerja HOLISTICS sebagai Sales