Belum Menemukan Passion? Identifikasi dengan 5 Kriteria Ini

Hai sobat sebulan!

Pernah mendengar kalimat, ikuti passionmu?

Orang-orang menyarankan agar kita, millenials, bekerja sesuai dengan passion. Tapi, apa sih sebenarnya passion itu? Dalam bahasa Indonesia, passion diartikan sebagai ?renjana?, yaitu rasa hati yang kuat. Perasaan ini muncul ketika kita melakukan suatu kegiatan yang kita sukai tanpa rasa bosan, bahkan ketika kita melakukannya secara berlebihan.

Seringkali, kita sulit membedakan passion dengan kesenangan sesaat. Apa iya, hanya karena kamu bisa melakukannya, lalu itu jadi passion kamu? Atau kamu senang melakukannya karena dapat menghasilkan uang? Lalu, seperti apa sih wujud passion itu? Untuk itu, yuk coba identifikasi passionmu yang sesungguhnya dengan cara-cara di bawah ini.

Tanyakan Pertanyaan ini Pada Dirimu

Untuk mencari passion yang tepat, kamu harus menjawab pertanyaan ini : Buku apa yang bisa aku baca tanpa merasa bosan? Soalnya, ketika kita menyukai sesuatu, kita ingin belajar lebih banyak. Nah, salah satu cara mendapat ilmu baru ini ya tentunya lewat buku, sobat. Maka dari itu, kalau kamu betah belajar dan membaca buku tentang suatu topik dan tidak merasa jenuh membacanya, bisa jadi itu passion kamu!

Eits, kalau baru baca 2 atau 3 buku lalu berhenti, jangan-jangan kamu hanya suka sesaat aja, lagi. Intinya bukan di ?baca buku? nya, tapi menambah ilmunya, ya. Perasaan suka membuat kamu ingin semakin pintar di bidang tersebut. Kamu terus menggali apa yang bisa kamu tingkatkan agar kamu bisa melakukan lebih banyak.

Pahami Bahwa Passion ? Karir

Kabarnya, jika kita ingin sukses, bekerjalah sesuai dengan passion. Namun, jika kamu adalah seorang marketing yang handal dan memiliki passion bermain sepakbola, apakah kamu harus resign dan? mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional? Apa iya, passion harus selalu sejalan dengan karir?

Stigma yang beredar adalah jika kita bekerja sesuai dengan passion, maka kesuksesan menjadi milik kita. Padahal, yang terjadi sesungguhnya adalah, passion tidak selamanya harus menjadi karirmu. Jika kamu memiliki suatu keahlian yang bermanfaat bagi orang lain, memberikan penghasilan yang mencukupi kebutuhanmu dan membuatmu sukses, tentu tidak perlu repot-repot banting setir menjadikan passion sebagai karir.

Intinya, passion bukanlah sesuatu yang kaku dan harus kamu kejar demi sukses berkarir. Ada orang yang passionnya menjahit, mendaki gunung, extreme sports, atau koleksi barang antik dengan pekerjaan sehari-hari yang berbeda dengan passion mereka. Kalau mau passion jadi karir, ya lanjut. Kalau tidak? Sah sah saja. Kamu tetap bisa kok, memenuhi passionmu kapanpun kamu mau.

Ingat, Ini Bukan Tentang Uang

Passion bukan persoalan menghasilkan uang banyak. Malah, ibaratnya kamu justru ikhlas kalau tidak dibayar! Nah loh. Banyak orang salah sangka dengan passion yang mereka kira berpotensi menghasilkan uang banyak. Biasa kita temui orang-orang yang resign dari pekerjaannya untuk mengejar apa yang mereka kira sebagai ?passion? mereka. Padahal, yang dikejar bukan ilmunya, tapi potensi uangnya! Waduh, kalau sudah begini, kira-kira gimana cara menghadapi jatuh bangunnya?

Untuk itu, kamu harus menyadari, bahwa passion itu sama sekali bukan tentang uang. Passion itu tentang keikhlasan karena cinta. Misalnya, passion kamu membuat kue dan ingin membuka toko kue. Ketika keadaan jadi sulit, kamu tidak akan menyalahkan keadaan. Orang aku suka buat kue, kok! Aku bakal tetap bikin kue dan belajar lebih banyak, meskipun tidak mendatangkan banyak uang. Buatmu, yang paling penting adalah kepuasan saat kamu mengerjakannya.

Saat Mengerjakannya, Kamu Tidak Tahu Waktu

Perasaan baru jahit sebentar, kok tahu-tahu sudah jam 5 sore? Ini adalah ciri-ciri passion lainnya, sobat. Saat kita melakukan passion kita, rasanya tidak tahu waktu. Pokoknya, yang ada di pikiran kita cuma gerak saja, deh. Tanpa kita sadari, waktu berlalu begitu cepat. Malahberasa belum ngapa-ngapain, tuh.

Ini salah satu ciri passion yang bisa kamu rasakan. Saat melakukan passion, kita jadi lost track of time. Seandainya kamu suka desain atau editing dan rela mengerjakan projek berjam-jam bahkan sampai begadang, berarti kamu sudah menemukan passion kamu, sobat. Bukan dengan rasa terpaksa, ya, tapi karena pikiran dan perhatian kamu ?tenggelam? dalam keasyikannya.

Memberi Kebahagiaan

Mengingat bahagia tidak bisa paksa atau dipalsukan, bisa dipastikan kegiatan yang paling membuatmu bahagia adalah passion kamu. Passion sendiri tidak selalu bersifat konkrit ya sobat, karena passion itu sangat personal. Beberapa orang bahagia karena ia senang berinteraksi dengan orang di pekerjaannya. Ada juga orang yang senang membuat konsep dan mewujudkannya menjadi sesuatu yang nyata.

Kesamaan mereka ada pada satu hal, yaitu memberikan mereka kebahagiaan. Hidup terasa menjadi lebih positif saat melakukan kegiatan tersebut. Tidak terbayangkan deh, kalau sampai tidak mengerjakannya. Sehari saja tidak melakukan passion, langsung berasa ada yang hilang.

Kunci untuk menemukan passion adalah dengan jujur pada diri sendiri. Seberapa jauh kamu rela mempelajarinya, tanpa dibayar, tanpa penghargaan dan bahkan menghabiskan waktuku nantinya? Namun, nyatanya kamu tetap ikhlas melakukannya karena kamu tahu kamu akan bahagia menjalaninya.

Selamat menemukan passionmu, sobat!

Latest Reviews

More Stories
Pengalaman Tes Kerja di Nutrifood