Tips Menulis CV dengan Baik dan Benar

Halo sobat sebulan! Gimana, sudah coba melamar pekerjaan? Seperti yang kita tahu, untuk melamar pekerjaan, kita membutuhkan CV atau Curriculum Vitae. CV ini adalah hal pertama yang akan dinilai oleh HRD. Apapun yang tertera di dalamnya, akan menjadi bahan pertimbangan apakah kamu akan lolos ke tahap selanjutnya atau tidak. Untuk urusan sepenting ini, tentu kamu harus mempersiapkan CV kamu dengan baik, ya. Perhatikan setiap detail yang ada pada CV seperti pada poin-poin berikut.

Kelengkapan isi CV

Sobat pasti tahu standar kelengkapan isi CV seperti personal detail, contact, work experience, keahlian, maupun riwayat pendidikan. Isilah kelengkapan tersebut dengan keterangan yang singkat, padat, dan jelas. Sebaiknya, CV yang kamu buat secara clear menunjukkan siapa kamu dengan informasi yang tepat tanpa harus berbelit-belit. Namun, jangan terlalu sedikit juga ya!

Apabila ingin memberi deskripsi, tulislah secukupnya. Tulisan yang terlalu banyak akan membuat HRD malas duluan. Bisa-bisa, CV kamu malah tidak dibaca. Namun, jika ada keterangan lain yang malah memperlihatkan karakter kamu dengan baik, jangan ragu untuk dimasukkan ke dalam CV. Contohnya, keaktifan kamu di kampus, jabatan yang pernah kamu pegang di organisasi, atau pengalaman kegiatan sebagai volunteer. Keterangan ini akan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang aktif dan memiliki banyak skill.

Selain itu, isi CV yang harus kamu perhatikan adalah dengan menghindari informasi yang tidak relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Misalnya, riwayat pekerjaan sebagai koki padahal kamu melamar sebagai marketing. Informasi seperti ini sebaiknya tidak usah dimasukkan ke dalam CV karena hanya akan menambah penuh saja.

Perhatikan Foto dan Layout

Apakah kamu masih menggunakan foto yang tidak formal untuk CV? Well, lebih baik segera diganti, ya, sobat. Mengingat CV ini adalah perihal yang formal, tentu kamu harus menampilkan foto yang profesional. Foto harus jelas, jernih, dan memiliki background polos. Kenakan pakaian yang formal seperti kemeja, blazer, atau jas pada foto CV kamu. Di zaman sekarang ini, foto tidak harus kaku menggunakan pas foto. Yang penting, fotomu memenuhi syarat-syarat diatas.

Perihal lain yang sering diabaikan adalah layout CV. Pengaturan layout ini super penting karena menentukan enak tidaknya CV kamu dibaca. Kesalahan yang banyak terjadi adalah CV yang terlalu biasa atau justru terlalu ramai. Coba lihat CV mu, apakah layoutnya hanya terdiri dari tulisan sekadarnya dengan tabel ala Microsoft Word yang diisi keterangan diri kamu? Atau malah, CV kamu sangat heboh berwarna ngejreng, memiliki tulisan yang sulit dibaca, disertai gambar-gambar yang tidak relevan?

Ingat ya sobat, CV adalah cara kamu menjual diri kamu. Untuk itu, dalam membuatnya harus niat. Betul-betul niat karena kamu ingin dianggap serius dan mendapatkan pekerjaan impian kamu. Jika kamu sudah niat, tentu kamu akan menghindari layout CV yang terlalu sederhana dan biasa saja. Dan, jika kamu ingin dianggap serius, sudah pasti kamu akan menghindari layout norak yang terlalu berlebihan.

Lalu, gimana sih caranya agar CV kamu sesuai? Berfokuslah untuk terlihat profesional. Pilih kombinasi warna yang tenang seperti biru, abu-abu, hitam, putih, ataupun marun. Rapikan margin dan pilih font yang mudah dibaca. Beri ?ruang kosong? pada desain CV mu agar terkesan lega. Jika kamu kesulitan untuk mendesainnya sendiri, kamu bisa meminta tolong pada temanmu yang jago desain, mendownload template yang bagus di internet, atau mencari jasa pembuatan CV.

Format CV

Setelah CV mu beres, hal selanjutnya yang kamu perlu pikirkan adalah formatnya. Pastikan CV kamu sudah jadi dalam format PDF, sehingga bisa dicek dengan mudah dan jelas. Hindari format seperti Microsoft Word karena lebih ?ribet? saat dibuka. Bandingkan dengan PDF yang sekali buka langsung bisa di review dari atas sampai bawah.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah cara pengirimannya. Jika perusahaan tempatmu melamar memberikan keterangan secara lengkap mengenai format lampiran, sebaiknya diikuti saja. Misal, harus diupload terpisah atau berada di dalam ZIP. Jika tidak, lampirkan CV mu secara biasa pada email.

Penulisan email pun tidak kalah penting ya, sobat sebulan. Jangan sampai kamu menulis email tanpa ada sepatah dua patah katapun di dalam body emailnya. Tulis surat lamaranmu di dalam body email dengan informasi dan keterangan yang sesuai. Ucapkan salam, perkenalkan diri, beri informasi mengenai keahlian, pengalaman, dan keterangan mengenai darimana kamu mendapatkan informasi lowongan tersebut. Selamat mempersiapkan CV kamu ya!

Latest Reviews

More Stories
bekerja sesuai passion
Tips Meluluhkan Hati Orang Tua Agar Kamu Bisa Bekerja Sesuai Passion