Pengalaman menjadi seorang Marketers di StartUp

  • Home
  • Bekerja
  • Pengalaman menjadi seorang Marketers di StartUp

Hi Folks,

Afra from Noompang is here!
Jadi aku akan bercerita lewat Sebulan.id seputar role marketing di StartUp. Kebetulan saat ini aku bertugas sebagai CMO (Chief Marketing Officer) di Noompang.

Noompang adalah on-the-way service pertama di Indonesia. Saat ini kami memiliki beberapa layanan, ada Carpooling dimana pengguna kami dengan rute atau destinasi yang searah bisa pergi bareng supaya biaya perjalanan lebih murah dan Coolinary dimana pengguna kami bisa memesan makanan antarkota dengan kondisi makanan yang masih baik.

Ketertarikan menjadi seorang Marketer?

I love humans. Aku selalu suka memerhatikan bagaimana manusia berinteraksi, bagaimana manusia memilih barang, bagaimana proses manusia menentukan pilihan. Dari dulu memang sukanya memerhatikan orang kalau lagi jalan di mall atau ruang publik.

Ketika masuk kuliah dan mengambil jurusan bisnis yang hampir mempelajari semua fungsi business seperti finance, marketing, human resources, dan lainnya, aku ternyata paling tertarik di fungsi marketing.

Ada satu buku yang cukup life changing, judulnya This Is Marketing karangan Seth Godin. Dari buku tersebut aku belajar bahwa marketing bukan hanya bagaimana kita memengaruhi our potential customer untuk memilih  produk kita. Bukan hanya mengenai berapa GMV per bulan. Marketing is much more than that. Dari buku tersebut aku belajar untuk membangun sesuatu yang memberikan orang lain arti, koneksi, dan peluang. Aku juga jadi belajar bahwa produk yang baik adalah produk yang membuat customer menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka. Remember, people don’t buy products. They buy the better version of themselves.

Perasaan menjadi seorang Marketer di StartUp?

Kalau ditanya perasaan, jawabannya nano-nano. Kadang aku senang, apalagi ketika pekerjaannya challenging, tetapi kadang juga aku merasa overwhelmed dengan pekerjaanku.

Kalau kita melihat kembali role di marketing itu sangat luas. Setiap startup pasti memiliki culture yang berbeda-beda dengan goals masing-masing. Mulai dari branding, communication strategy, social media strategy, creative, dan banyak hal lainnya. Di Noompang, timnya masih sedikit jadi workload setiap orang sangat banyak. Misalnya di startup lain sebuah job description itu bisa dikerjakan oleh 3 divisi, untuk di Noompang bisa dikerjain oleh satu divisi aja.

Menjadi marketer, kami berada di serangkaian proses sebelum team produk. Ketika kami meluncurkan sebuah produk, kami harus mengetahui channel mana yang harus digunakan, persona seperti apa yang akan jadi pembeli, bagaimana cara approachnya, dan lainnya.  Untuk melakukan itu semua, kreativitas dan kemampuan menguasai berbagai platform dan measurement tools untuk keperluan campaign adalah must-do and must-have. 

Peran marketer di startup dan perusahaan yang besar (corporate) ada beberapa perbedaan. Yang aku rasakan ketika di startup, aku merasa bisa mengeksplor berbagai hal dan bisa mendapat banyak pengetahuan baru. Tapi, kembali lagi ke diri masing-masing. Apakah ingin keluar dari zona nyaman dan tidak terpaku pada birokrasi atau ingin berada di zona nyaman. Menjadi seorang marketer di startup menurutku sangat menantang dan menyenangkan dalam satu waktu, lhoh.

Happy Marketer!

Well, semua orang akan senang kalau  targetnya tercapai, apalagi kalau sampai melebihi target. . Namun, setelah kurang lebih satu tahun aku menjadi marketer di Noompang, ternyata ada hal yang membuat aku merasa senang sekali Hal itu aku rasakan ketika aku mengetahui seberapa impactful apa yang telah kita, sebagai company, lakukan terhadap user.

Noompang tuh sudah seperti “my-baby” yang aku besarin mulai dari belajar tengkurap hingga merangkak. Aku cukup sering bertemu dengan users Noompang. Rasanya bahagia sekali ketika mereka bercerita bagaimana Noompang bisa membantu mereka. 

Ada salah satu user Noompang yang kebetulan bekerja di Jakarta dan keluarganya di Bandung. Beliau harus bolak-balik Jakarta-Bandung setiap minggu demi bisa bertemu dengan keluarga. Ternyata saat dia menggunakan carpooling di Noompang, beliau bisa sedikit banyak menyisihkan uang transportasi untuk jalan-jalan bersama keluarga di akhir pekan.

It sounds so simple, but it really warms my heart. My baby helps so many people and I am so proud of it. 🙂

Leave a Comment